Text
Polemik Rokok Konvensional dan Potensi Produk Tembakau Alternatif di Indonesia
Studi ini dimaksudkan untuk menggali dan menjawab setidaknya tiga masalah utama tentang fenomena rokok dan merokok di masyarakat Indonesia. Pertama, tentang sejarah rokok dan budaya merokok di Indonesia, termasuk tentang bagaimana masyarakat dan pemerintah atau negara menilai, memandang, memersepsikan, mengonstruksikan, dan mengonseptualkan tentang produk rokok dan aktivitas merokok. Kedua, mengenai pro-kontra pandangan agama, ormas agama, dan agamawan (khususnya dari kalangan Islam) mengenai status hukum (Islam) atas aktivitas merokok. Ketiga, tentang "produk tembakau alternatif, termasuk rokok elektrik (vape) maupun produk jenis heat-not-burn (HNB atau produk tembakau yang dipanaskan bukan dibakar) yang bebas asap (smoke-free products). Produk tembakau alternatif HNB ini, oleh sejumlah ahli dan ilmuwan, dinilai jauh lebih rendah bahaya dan risikonya ketimbang rokok konvensional karena tidak adanya proses pembakaran yang bisa memproduksi karbon monoksida dan zat tar yang membahayakan kesehatan tubuh. Public Health England (PHE), sebuah badan kesehatan independen di bawah Kementerian Kesehatan Inggris, dalam laporan risetnya menyatakan bahwa "produk tembakau alternatif yang dipanaskan (bukan dibakar) mampu menekan atau menurunkan risiko kesehatan hingga 95%
| B13778 | 613.8 SUM p | Perpustakaan Pusat | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain