Text
Al-Itḥāfāt al-Sunnīyah fī al-Aḥādīth al-Qudsīyah
Pertama: Hadits Qudsi dan Kedudukannya
Kedua: Tujuannya, bab-babnya, dan apa yang telah ditulis tentangnya
Ketiga: Perbedaannya dengan Al-Quran dan Hadits Nabi.
Keempat: Buku ini, penulisnya, dan metode penulisannya.
Adapun penafsiran Hadits Qudsi: hadits apa pun yang Nabi (saw) kaitkan dengan Allah SWT dengan mengatakan, "Allah SWT berfirman," atau yang serupa, atau dengan mengatakan, "Allah SWT berfirman." Kedua jenis hadits ini akan dibahas dalam buku ini. Patut dicatat bahwa hadits ini sering kali dimasukkan ke dalam hadits yang lebih panjang, seperti pernyataan, "Ta'at menghapus dosa..." hingga berlanjut, "Hal ini karena Allah SWT berfirman, 'Aku tidak akan pernah menggabungkan dua rasa aman untuk seorang hamba, dan tidak akan Aku hubungkan dua rasa takut untuknya.'" Hal ini sangat umum. Seringkali, hal ini diungkapkan tanpa menggunakan "berkata" atau "berkata," seperti, "Allah menurunkan wahyu kepada Musa," "Allah menurunkan wahyu kepada Ibrahim..." dan seterusnya, seperti yang akan Anda temui. Hadits Qudsi termasuk dalam hadits Nabi karena semuanya dikaitkan dengan Nabi (saw). Namun, terkadang Nabi saw. mengaitkannya dengan Allah SWT, yang dalam hal ini disebut hadis qudsi, dan terkadang tidak, yang dalam hal ini disebut hadis saja. Inilah sebabnya para perawi dan ulama hadis memasukkannya ke dalam hadis-hadis Nabi dalam koleksi, kompilasi, dan kitab-kitab sunnah lainnya yang disucikan
| RF00933 | Perpustakaan Pusat (Lantai 2) | Tersedia | |
| RF00954 | Perpustakaan Pusat (Lantai 2) | Tersedia | |
| RF00953 | Perpustakaan Pusat (Lantai 2) | Tersedia | |
| RF00952 | Perpustakaan Pusat (Lantai 2) | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain