Text
at Thibb an Nabawy
Segala puji bagi Allah. Kita memuji-Nya dengan pujian orang-orang yang bersyukur, dan kita bersyukur kepada-Nya dengan ucapan syukur orang-orang yang bersyukur. Semoga keselamatan dan keberkahan senantiasa dilimpahkan kepada beliau yang diutus sebagai rahmat bagi seluruh alam, beserta keluarga dan sahabatnya. Sebagai penutup:
Kesehatan dan kesejahteraan adalah nikmat yang membuat banyak orang iri. Sungguh, kesehatan dan kesejahteraan adalah nikmat terbaik yang Allah berikan kepada manusia setelah nikmat Islam. Tidak ada rasa syukur atas nikmat ini yang dapat menandingi luasnya nikmat Allah, atau menyamai peningkatannya, kecuali dengan menaati-Nya dan melaksanakan ibadah-ibadah wajib yang menggunakan anggota tubuh ini, yang dengannya nikmat tersebut disempurnakan dan kesehatan pun terjaga.
Allah telah berbaik hati kepada kita, dan kita tak akan pernah cukup bersyukur kepada-Nya atas kebaikan-Nya. Imam Ahmad meriwayatkan dalam Al-Zuhd, dari Al-Hasan Al-Basri, bahwa Nabi Daud, saw, biasa berdoa: "Ya Allah, seandainya setiap helai rambut di tubuhku memiliki dua tangan yang bertasbih kepada-Mu sepanjang malam dan siang, niscaya aku tidak akan memenuhi hak nikmat-Mu." Kita mengulanginya bersama beliau, mengakui kepada Allah SWT kekurangan kita dalam bersyukur kepada-Nya atas nikmat kesejahteraan. Segala puji bagi Allah, yang pertama dan yang terakhir.
Allah SWT dapat menguji seseorang, dan ia mungkin tertimpa penyakit. Dalam Islam, musibah memiliki filosofinya sendiri. Musibah adalah cahaya bagi para arif dan tanda keridhaan Allah SWT kepada mereka. Anda melihat mereka bergembira karenanya sebagaimana mereka bergembira atas kesejahteraan. Musibah memiliki pengaruh terhadap derajat, atau sebagai penghapus dosa, atau sebagai kedekatan dengan Allah SWT, dan semua ini adalah kebaikan.
Sehat dan sakit adalah takdir Allah SWT. Oleh karena itu, syariat mewajibkan orang sakit untuk berobat dan berobat ke dokter agar kewajibannya tidak terganggu akibat sakitnya para hamba dan kemalasan mereka dalam berobat dan berobat.
Islam, sebagaimana lazimnya, sangat ingin membimbing umatnya kepada apa yang bermanfaat bagi mereka di dunia dan akhirat, dalam penghidupan dan takdir mereka. Karena alasan ini, doa kenabian muncul sebagai metode pengobatan yang ideal, sebagaimana, menurut Ibnu Qayyim al-Jawziyyah, merupakan doa ilahi yang definitif yang bersumber dari wahyu dan cahaya kenabian.
Banyak orang tidak mengingkari bahwa mereka telah memperoleh manfaat dari pengobatan Nabi ini, ketika mereka menerimanya dengan penuh penerimaan dan keyakinan akan manfaatnya, karena pengobatan Nabi ini ditujukan kepada jiwa terlebih dahulu sebelum kepada jasad.
| RF00648 | Perpustakaan Pusat (Lantai 2) | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain