UPT Perpustakaan Universitas Wahid Hasyim

Online Public Access Catalog

  • Beranda
  • Informasi
  • Berita
  • Bantuan
  • Pustakawan
  • Pendaftaran Anggota
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
Image of Maqoyis Naqdu Mutun As-Sunnah

Text

Maqoyis Naqdu Mutun As-Sunnah

Dr. Masfar 'Azmullah Ad Dumayni - Nama Orang 1;

Segala puji bagi Allah. Kita memuji-Nya, memohon pertolongan-Nya, dan memohon ampunan-Nya. Kita berlindung kepada Allah dari kejahatan jiwa kita sendiri dan keburukan amal kita. Barang siapa yang diberi petunjuk oleh Allah, tidak ada yang dapat menyesatkannya, dan barang siapa yang disesatkan-Nya, tidak ada yang dapat memberi petunjuk. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah, semata-mata, tanpa sekutu bagi-Nya, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya.

Nah, Al-Qur'an dan Sunnah yang shahih adalah dua sumber utama hukum Islam. Sunnah, pada hakikatnya, kembali kepada Al-Qur'an dan menjelaskannya. Sunnah menjelaskan hal-hal umum atau membatasi hal-hal mutlaknya. Sunnah juga dapat mengandung hukum khusus yang tidak terdapat di dalamnya, sebagaimana telah dinyatakan oleh banyak ulama. Dari Al-Qur'an, kita belajar kewajiban untuk mengikuti dan mengamalkan isinya.

Namun, bagaimana Anda tahu apakah hadis ini sahih atau tidak? Apakah keaslian rantai periwayatannya cukup menjadi bukti keaslian teks sehingga Anda dapat menerimanya?

Tidak diragukan lagi bahwa para ulama hadis telah menetapkan kriteria untuk menentukan keaslian rantai riwayat ini. Kritik mereka terhadap para ulama dan investigasi mereka terhadap kondisi mereka merupakan pekerjaan yang luar biasa. Buku-buku mereka tentang kondisi para ulama dan sebab-sebab hadis sangat banyak, dan di dalamnya terdapat kritik yang rinci dan prinsip-prinsip yang beralasan yang mereka pertimbangkan ketika menyajikan rantai riwayat berbagai hadis. Namun, siapa pun yang meneliti buku-buku tentang sebab-sebab dan para ulama tidak akan menemukan kritik apa pun terhadap teks-teks hadis.

Mengenai buku-buku tentang hadis rekayasa, Ibn al-Jawzi mungkin termasuk orang pertama yang menggabungkan kedua aspek tersebut. Pertama-tama, ia mengkritik sebuah hadis dengan melihat rantai periwayatannya, kemudian—dalam kebanyakan kasus—ia mengkritik isinya. Banyak ulama hadis mengikutinya hingga Ibn al-Qayyim datang dan menyebutkan prinsip-prinsip serta indikator yang dapat digunakan untuk memalsukan sebuah hadis berdasarkan teksnya. Ia menulis sebuah buku tentang subjek ini, Al-Manar al-Munif.


Ketersediaan
RF00567Perpustakaan Pusat (Lantai 2)Tersedia
Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
-
Penerbit
Riyadh : ., 1404 H-1984 M
Deskripsi Fisik
-
Bahasa
Arab
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
NONE
Tipe Isi
text
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subjek
Fiqih
Sunnah
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
-
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
Tidak Ada Data
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

UPT Perpustakaan Universitas Wahid Hasyim
  • Informasi
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

Opening Hours
Monday - Friday :
Open : 08.00 AM
Close : 15.30 PM
Saturday :
Open : 08.00 AM
Close : 15.00 PM

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik