Text
Al Iqtishiod Fil I'tiqod
Dengan keutamaan kasih sayang dan karunia, dan telah menganugerahkan kepada mereka dari cahaya bimbingan-Nya yang dengannya Dia telah mengungkapkan kebenaran-kebenaran agama, dan telah membuat lidah mereka berbicara dengan bukti-bukti-Nya yang dengannya Dia telah menekan kejahatan-kejahatan orang-orang ateis, dan telah memurnikan pikiran-pikiran terdalam mereka dari bisikan-bisikan setan, dan telah membuat hati nurani mereka bersih dari godaan-godaan orang-orang yang menyimpang, dan telah memenuhi hati mereka dengan cahaya keyakinan hingga mereka dibimbing oleh mereka kepada rahasia-rahasia dari apa yang Dia ungkapkan melalui lidah Nabi-Nya dan Yang Terpilih, Muhammad, semoga damai dan berkah Allah besertanya, pemimpin para rasul, dan mereka telah mengenal jalan rekonsiliasi antara persyaratan hukum-hukum agama dan tuntutan akal. Mereka menyadari bahwa tidak ada kontradiksi antara syariat yang disampaikan dan kebenaran rasional. Mereka menyadari bahwa kaum literalis yang berasumsi bahwa kepatuhan pada peniruan dan mengikuti makna-makna yang tampak adalah wajib hanya karena pikiran yang lemah dan wawasan yang terbatas. Mereka juga menyadari bahwa para filsuf dan Mu'tazilah ekstremis yang mendalami penggunaan akal hingga bertentangan dengan prinsip-prinsip syariat yang definitif, hanya muncul dengan hati nurani yang jahat. Yang pertama cenderung ke arah kelonggaran, sementara yang kedua cenderung ke arah ekses. Keduanya jauh dari kehati-hatian dan kewaspadaan. Sebaliknya, kewajiban yang tak terelakkan dalam prinsip-prinsip keyakinan adalah untuk berpegang teguh pada moderasi dan bersandar pada jalan yang lurus. Kedua ekstrem dari maksud segala sesuatu itu tercela.
| RF00534 | Perpustakaan Pusat (Lantai 2) | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain