Text
Muqoddimah Ibnu Khaldun
Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam, yang Maha Esa, tiada sekutu bagi-Nya. Aku memuji-Nya dengan pujian orang-orang yang bersyukur, dan aku bersyukur kepada-Nya dengan ucapan syukur orang-orang yang bersyukur. Semoga shalawat dan salam senantiasa tercurah kepada orang yang diutus sebagai rahmat bagi semesta alam... Maka sekarang...
Tulisan-tulisan sejarah telah ditulis selama berabad-abad, mencoba menceritakan peristiwa-peristiwa untuk mengarahkan kita kepada apa yang terjadi di masa lalu dan makhluk-makhluknya. Umat Islam telah mengenal profesi [sejarah] sejak era kekhalifahan Abbasiyah, hingga profesi ini menjadi salah satu pintu terluas menuju ketenaran dan reputasi yang luas. Tulisan-tulisan sejarah telah menderita akibat masuknya beberapa oportunis atau mereka yang lunak dan mungkin mereka yang telah menyusup ke dalam barisan untuk melemahkan tekad bangsa, melemahkan tekadnya, dan melemahkan semangatnya. Narasi fakta-fakta sejarah berbeda dari satu sejarawan ke sejarawan lainnya sesuai dengan visi yang dianut pemiliknya sebagai (agamanya). Beberapa dari mereka berpihak pada Syiah dan kaumnya dan menempuh segala cara untuk mengisi sejarah dengan kebohongan, mitos, dan fitnah. Agama yang lain adalah [perampasan dan perampokan sejarah] dengan memanfaatkan peristiwa tersebut dan mencoba untuk menyalahkan para penentang penguasa atau khalifah pada masa sejarah, dan mengaitkan tindakan tersebut dengan orang lain yang bukan pemiliknya.
Yang lain memiliki visi dekadensi dalam bidang sejarah, dan tulisan-tulisan mereka berujung pada terbunuhnya bangsa, kalau tidak sampai menimbulkan luka yang mengganggu aliran darah di dalamnya.
| RF00530 | Perpustakaan Pusat (Lantai 2) | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain