Text
Marah Labid li Kasyf Ma'na Qur'an Majid
Muhammad Nawawi, berkata: “Beberapa orang terkasihku memerintahkanku untuk menulis tafsir Al-Qur’an. Aku ragu-ragu untuk waktu yang lama, karena takut terjerumus dalam sabda Nabi, shalawat dan salam besertanya, ‘Barangsiapa yang berbicara tentang Al-Qur’an menurut pendapatnya sendiri dan benar, maka ia telah keliru,’ dan sabda beliau, shalawat dan salam besertanya, ‘Barangsiapa yang berbicara tentang Al-Qur’an menurut pendapatnya sendiri, hendaklah ia menempati tempatnya di Neraka.’ Maka aku pun memenuhi permintaan mereka agar aku mengikuti jejak para pendahulu dalam menuliskan ilmu, untuk melestarikan ciptaan, dan tidak ada tambahan bagiku. Bahkan, setiap zaman memiliki pembaharuan, dan agar ini menjadi pertolongan bagiku dan bagi mereka yang kurang sepertiku. Aku mengambilnya dari celah-celah Ilahi, dari kunci-kunci gaib, dari lampu yang menerangi, dari cahaya obor, dan dari tafsir…” Ayahku, Al-Saud, dan Aku menamainya) sesuai dengan riwayatnya, tahapan-tahapan Labid untuk menyingkap makna Al-Quran yang Mulia, dan kepada-Nya aku bertawakal, dan kepada-Nya aku melimpahkan dan bertawakal, dan sekarang aku mulai dengan bimbingan-Nya yang baik, yaitu ditunjuk untuk setiap bagian depan.
| RF00356 | Perpustakaan Pusat (Lantai 2) | Tersedia | |
| RF00357 | Perpustakaan Pusat (Lantai 2) | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain