Text
Syubuhat al-Mubtadi'ah fi Tauhid al-'Ibadah: 'ard wa Naqd
Maka dalam simpulan ini, dengan pertolongan Allah SWT, saya mencoba memaparkan ikhtisar hasil yang dapat dipetik dari penelitian ini, sebagai berikut:
1- Makna ibadah yang mempersatukan itu jelas, ciri-cirinya konsisten, dan dalil-dalilnya pun konsisten. Panggilan untuk beribadah kepada-Nya bersumber dari kejelasan dan penjelasan ini.
Tauhid ibadah merupakan dasar dakwah para Rasul, saw, dan perselisihan antara mereka dan kaum mereka terjadi karenanya. Itulah dakwah pertama para Rasul, dan karenanya merupakan kewajiban pertama bagi mereka yang bertanggung jawab.
Para salaf salaf, semoga Allah memberkahi mereka, telah berupaya semaksimal mungkin menjelaskan tentang tauhid dengan menggunakan segala metode yang diperlukan, terutama tauhid ibadah.
Inovasi dalam agama merupakan akar dari banyak pelanggaran yang dilakukan manusia, terutama pelanggaran terkait penyatuan ibadah. Oleh karena itu, setiap inovasi harus dilawan dan ditolak, masing-masing dengan cara yang sesuai.
Ketidaktahuan dan ketidakpedulian terhadap Sunnah Nabi serta akhlak para salaf yang saleh merupakan faktor utama yang menyebabkan seseorang menyimpang dari jalan yang benar, terutama dalam hal penyatuan ibadah.
| RF00058 | Perpustakaan Pusat (Lantai 2) | Tersedia namun tidak untuk dipinjamkan - Missing | |
| RF00059 | Perpustakaan Pusat (Lantai 2) | Tersedia | |
| RF00060 | Perpustakaan Pusat (Lantai 2) | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain