Text
Filsafat Pendidikan Islam menuju Pembentukan Karakter
Manusia adalah makhluk paling sempurna, paripurna dan misteri (tak terduga). Saking banyaknya daya-daya manusia, sehingga tidak ada seorang pun yang dapat melukiskan karakteristiknya secara tepat. Alquran pun menyebut manusia sebagai "ahsan at-taqwim" (sebaik-baik kejadian makhluk alias insan paripurna). Membentuk manusia (peserta didik) berkarakter harus sejalan dengan informasi yang diberikan Sang Pencipta karena Dialah Yang Paling Tahu karakteristik jati diri yang diciptakan-Nya itu. Untuk itu para ahli dan praktisi pendidikan, harus lebih dulu memahami dan berkonsultasi dengan Allah SWT dan rasulNya melalui Alquran dan Hadis. Dengan pemahaman tersebut, pembentukan peserta didik berkarakter akan sesuai fitrah dan sunnatullah sehingga keberhasilannya signifikan.
Karena begitu sulitnya membentuk manusia berkarakter-berakhlak mulia itu, dapat dipahami betapa ketatnya syarat-syarat seorang pendidik yang diberikan oleh para ahli dan filosuf. Hal itu karena pendidik besar pengaruhnya dalam pembentukan karaker peserta didik. Maka pendidik ditempatkan sebagai ulama, pewaris para nabi yang harus suci dari noda dan dosa, dan ilmuan atau muallim sangat dihormati di dunia dan akhirat. Dengan syarat yang ketat itu diharapkan pendidik dapat membentuk peserta didik berkarakter religius, cinta ilmu, integritas, tanggung jawab dan karakter positif lainnya. Atau paling tidak jangan sampai para pendidik merusak fitrah peserta didik. Manusia dari sang Pencipta adalah baik, dan menjadi rusak ditangan- tangan manusia.
| B12468 | 370.1 MAR f | Perpustakaan Pusat | Tersedia |
| B12469 | 370.1 MAR f | Perpustakaan Pusat | Tersedia |
| S02575 | 370.1 MAR f | Perpustakaan Pusat | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain